Fakta-fakta Smartphone Menjajah dan Memperbudak Manusia

Fakta-fakta Smartphone Menjajah dan Memperbudak Manusia
Fakta-fakta Smartphone Menjajah dan Memperbudak Manusia
Smartphone, suatu benda yang simpel, kecil namun multi fungsi. Beberapa tahun terakhir ini smartphone tampak sebagai alat elektronik yang wajib dimiliki manusia. Kata smartphone tentu bukanlah kata yang asing ditelinga Anda, kare setip waktu alat ini muncul dihadapan kita. Seperti yang kita ketahui smartphone merupakan alat elektronik yang memungkinkan Anda melakukan panggilan telepon, mengirim pesan layaknya pinsel biasa serta memiliki fitur yang pada masa lalu hanya dapat dilakukan dalam komputer.

Dari pengertiannya diatas dapat diambil istilah bahwa smartphone dapat menggantikan komputer untuk saat ini. Dengan smartphone kita dapat melakukan apa saja layaknya sebuah komputer. Dengan hadirnya smartphone akan membantu dan mempermudah aktivitas manusia. Baik dalam dunia internet maupun kegiatan yang dilakukan secara offline.

Seperti kita ketahui setiap hal yang memiliki sisi positif atau keuntungan tentu akan memiliki sisi negatif atau kerugian. Layaknya smartphone, disamping banyak manfaatnya penggunaan smartphone juga memililki dampak buruk atau negatif. Baik itu dampak bagi kesehatan maupun fisikologi manusia. Nah dalam pembahasan ini ternyata tanpa disadari smartphone telah menjajah serta memperbudak manusia. Hal ini dapat dibuktikan dari keseharian manusia yang setiap saatnya selalu menggunakan perangkat smartphone.

Agar Anda percaya bahwa smartphone saat ini telah menjajah serta memperbudak manusia, berikut adalah fakta-fakta smartphone menjajah manusia.

1. Menghancurkan Hubungan Pertemanan

Menghancurkan Hubungan Pertemanan
Dengan semua fitur yang dimiliki smartphone memungkinkan kita setiap saat untuk berhadapan dengan smartphone, baik itu fitur secara online maupun offline. Menyikapi hal tersebut membuat manusia tergolong dalam kebiasaan buruk yang cukup serius yaitu Phubbing. Sebelumnya apakah Anda tau apa itu phubbing? Phubbing adalah istilah yang merujuk kepada sikap dan tingkah seseorang yang acuh dalam sebuah lingkungan dengan fokus pada smartphone atau perangkat elektronik yang tergolong gadget dari pada berinteraksi dengan lingkungan sekitar. Perilaku ini telah banyak dilakukan oleh banyak orang terutama pada pengila smartphone dan pembisnis yang semua aktivitas bisnisnya dilakukan melalui smartphone.

Dengan membudidayakan Phubbing tentu akan menyebabkan hubungan pertemanan yang sebelunya selalu berinteraksi secara langsung kini malah jarang dilakukan. Bahkan saat kumpul bersama teman maupun keluarga semua orang yang memiliki smartphone sibuk dengan aktivitasnya sendiri-sendiri. Baik itu aktivitas dijejaring sosial, game online dan fitur-fitur smartphone yang menarik lainnya. Jika phubbing ini selalu terjadi terus-menerus tentu akan berakibat menghancurkan hubungan pertemanan dalam suatu kelompok. Sedikit saran untuk Anda penggila smartphone komunikasi secara langsung adalah yang paling efektif dan perlu Anda ketahui bahwa smartphone bergerak didunia maya sedangkan Anda hidup didunia nyata.

2. Hidup yang Terjadwal

Hidup yang Terjadwal
Seperti Anda ketahui banyak sekali aplikasi maupun game online dalam smartphone yang mengharuskan Anda selalu melakukan aktivitas pada jadwal-jadwal tertentu. Contoh umunya iyalah game online COC (clash of clan) yang pada saat ini sangat tenar dan populer. Sedikit gambaran umum game online COC ini adalah game strategi yang dimainkan secara berkala. Game online ini menjadwalkan waktu-waktu acak yang wajib kita lalukan. Serta untuk menjadikan akun game dengan peringkat yang tinggi dalam suatu grup game tersebut kita harus mengontrol dan update setiap saat. Jika seseoran kecanduan game ini akan menyebabkan lupa waktu, lupa tugas dan lupa kewajiban sebagai seorang menusia.

Memang ini adalah salah satu hobby namun jika menghabiskan waktu dengan hobby yang hanya memiliki sedikit manfaat sebaiknya dihindari. Menurut saya banyak aktivitas yang dapat dilakukan di smartphone yang lebih bermanfaat ketimbang bermain game online yang mnghabiskan waktu baik siang maupun malam, baik saat kerja maupun bersantai.

3. Mendominasi Diwaktu Luang

Smartphone adalah sebuah gadget serbaguna yang menawarkan kesempatan tidak terbatas untuk menghabiskan waktu luang untuk Anda baik itu yang bermanfaat maupun tidak. Seharusnya pada waktu luang kita berkomunikasi dengan teman dan keluarga, melukukan olahraga singkat atau istirahat tapi malah menghabiskan waktu bersama smartphone yang belum tentu bermanfaat. Coba anda pikir baik mana antara bermain game online di smartphone atau membaca buku dan istirahat? memang ini adalah pilihan namun alangkah baiknya jika memilih yang lebih bermanfaat.

4. Malas Belajar

Malas Belajar
Seperti yang telah dijabarkan pada poin-poin diatas bahwa smartphone kaya akan fitur yakni aplikasi edit, share serta game online yang dapat menyebabkan orang menghabiskan waktu-waktunya pentingnya dengan mengakses smartphone. Hal ini akan meyebabkan baik pelajar maupun mahasiswa menghabiskan waktunya dengan smartphone dari pada belajar. Tentu dampaknya akan menyebabkan kecilnya nilai yang didapat saat dilakukannya ujian. Parahnya smartphone dijadikansebagai alat bantu untuk menjawab semua soal-soal ujian dengan cara searching di internet untuk mencari jawaban, berbagi jawaban dengan teman-teman dan sebagai alat kopelan yang dapat menyimpan materi ujian. Percuma jika mendapat nilai besar namun didapat dengan cara yang tidak benar dan bukan kita yang menjawab soal-soal melainkan smartphone. Jika kebiasaan ini terus dibudidayakan akan memperparah kecerdasan anak bangsa.

Kesimpulan

Malas Belajar
Dari poin-poin diatas jelas bahwa kita sebagai pengguna smartphone telah melakukan kebiasaan-kebiasaan yang salah yang menyebabkan hal buruk bagi kita. Sebagai manusia yang cerdas seharusnya kita menyadari bahwa hal-hal yang dilakukan seperti diatas itu salah dan tidak memberikan manfaaat baik. Jadi saran saya gunakanlah smartphone seperlunya saja karena fungsi dari smartphone itu sendiri membantu aktivitas manusia yang sulit untuk dilakukan manusia itu sendiri.